Posted by: dhanichagi | May 17, 2014

Menikmati Transportasi Umum di Adelaide

Pertama kali naik bis di Adelaide, saya dihardik Pakle Sopir G10. Tiba-tiba bisnya ngerem mendadak lalu pintu pun terbuka. “Tong, lambaikan tangan klo mau nyetop bis ini. Jangan diem aja”, begitu kata Bule Sopir (sebenernya supirnya pakle atau bule?)
Lha baru hari kedua di Adelaide, meneketehe? Biasanya juga bisnya ngetem lama di bus stop depan Tonsley. Ternyata di tiap bus stop, ada tulisan ‘Hail the bus’, sayangnya di halte bis Tonsley ga ada tulisan Hail the bus nya :)) *ketawa miris*

Padahal dari Indonesia udah survey tentang Adelaide Metro, peruhasaan privatisasi pemerintah di bidang transportasi umum. Di web http://www.adelaidemetro.com.au sangat rinci dijelaskan segalanya tentang transportasi publik di Adelaide. Mulai dari jadwal, peta, cara menggunakan Adelaide Metro, cara bayar dengan Metro Card, hingga fitur Plan My Journey yang dapat memberi arahan kendaraan umum apa yang harus kita naiki untuk mencapai tujuan kita.

Metro Card

Adelaide Metro menyediakan berbagai macam sarana transportasi publik, mulai dari bis, tram dan kereta yang terintegrasi dan cukup menggunakan Metro Card. Kartu ini merupakan kartu pra bayar yang bisa dipakai di semua sarana transportasi tersebut. Cukup sekali tap, kartu kita terdebet tarif yang berlaku. Asyiknya transportasi di sini, dalam dua jam setelah nge tap, kita bisa bebas naik turun kendaraan tanpa harus membayar lagi (tapi harus tetap nge tap klo ganti bis/tram ya).

Cara nge tap Metro Card😀

Metro Card bisa dibeli di kantor pos, toko kelontong, supermarket, agen koran dan lain-lain. Silahkan cek di http://www.adelaidemetro.com.au/Tickets/Where-to-buy

Tersedia dua macam tarif, yaitu peak dan interpeak. Tarif peak berlaku sebelum jam 9.01 dan setelah jam 3 sore, dan sepanjang hari Sabtu. Sedangkan, interpeak berlaku antara jam 9.01 sampai jam 3 sore dan sepanjang hari Minggu. Tarif interpeak lebih murah dari tarif peak, hampir setengah harga.
Selain itu ada juga tarif concession untuk mahasiswa yang lebih murah dari tarif reguler. Hanya 0.87 AUD interpeak dan 1.62 AUD peak. Enak banget kan? Coba bandingkan dengan Melbourne😀

Klo ga punya Metro Card, bisa juga beli tiket di atas bus tapi harganya lebih mahal dari Metro Card.

Kereta

Nah klo Commuter Line di Jabotabek ga boleh masukin sepeda di dalam kereta, di Adelaide justru kebalikannya. Sepeda boleh masuk kereta dan gratis pada jam-jam tertentu yang tidak padat. Jika kereta penuh, sepeda bisa diparkir di stasiun dan tersedia kandang sepeda alias bike cage dengan akses masuk Metro Card dan CCTV.

Om Bule mau naik kereta dengan sepeda merk Jaiko🙂

Sewaktu lagi sepedaan ke Outer Harbour, saya terheran-heran dengan stasiun kereta di sini. Niatnya mau numpang toilet tapi semua pintu dan jendela di stasiun di gembok dan di teralis semua. Ga ada loket tiket, bahkan ga ada orang sama sekali. Ternyata baru sadar klo naik kereta pun sama kayak naik bis dan tram. Tinggal tap Metro Card😀 *ndeso*
Jadi buat apa petugas di stasiun? Beda banget ya dengan Commuter Line PT KAI?

Suasana di dalam kereta. Om Bule tampak tegang mau difoto :p

Di tiap bus stop disediakan jadwal dan rute bus yang berhenti di bus stop tersebut. Jadi jangan sangka tiap bis pasti berhenti klo dilambaikan tangannya ya:p

Oia ada pula rute gratis naik tram dari South Terrace menuju Entertainment Centre, dekat Rundle mall dan beberapa rute lainnya. Bisa di cek di http://www.adelaidemetro.com.au/Timetables-Maps/Special-Services/Free-City-Services#service-routes

Begitulah sekelumit cerita transportasi public di Adelaide. Seandainya di Jakarta menerapkan hal yang sama, pasti nikmat banget. Ga perlu macet-macetan lagi di jalan😀
hehehe…

Oia ada pula ga enaknya. Karena dikelola oleh swasta dan tanpa kejar setoran, bisnya ga akan berhenti jika sudah penuh, walaupun kita sudah lambaikan tangan sambil kayang. Jadi jangan mepet berangkat kuliah di jam sibuk, daripada ga dapet bis? Nunggu lagi 15 menit, udah sampe kampus duluan klo naik sepeda:p wkwkwk…

Satu lagi, tadi kan udah dijelaskan cara nyetop bis dan nge tap, lalu klo mau turun jangan coba-coba teriak ‘Kiri bang!’ dan sambil nyentil atap atau ketok kaca pake koin. Cukup pencet tombol merah stop yang ada di pegangan tiang bis sesaat sebelum halte tujuan kita.

Lebih lengkapnya tantang Adelaide Metro, bisa baca web www.adelaidemetro.com.au🙂

 

*semua gambar bersumber dari http://www.adelaidemetro.com.au


Responses

  1. d melbourne namanya myki card hehe…tarifnya muahaaal, jadi kita jarang nge tap haha, kecuali klo ada razia. FYI yah, kita ga dpt concession jg gara2 status kita student post graduate…ngepet banget kan

    • Razia orang cakep yak?:p
      Demo aja, state lain ada concession kok.

      Gw mau road trip ke Melb nih. Semoga kesampaian. Nanti ajak jalan2 yak. Asal jangan jalan2 ke Law Library *gumoh*

  2. trimakasih bang sudah share


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: