Posted by: dhanichagi | July 16, 2012

Sukamakmur via Sherly Marlington

Tandjakan Sherly Marlington dan jembatan tampak dari kejauhan

Bimbang.
Tes trek Taman Kota 2, main turunan di TW 5 bareng Om HPW, atau nandjak ke Sukamakmur.

Nah sudah bisa ditebak, pilihan terakhirlah yang paling mantab😀

Sukamakmur merupakan sebuah kampung di Citereup. Jika dengan kendaraan bermotor bisa lewat Citereup-Pasir Mukti-Tajur-Sukamakmur.
Akan tetapi saya mengikuti dosen Eko Cimanggis untuk menelusuri JPT alias Jalur Pinggir Tol (bukan plesetannya JPG lho yaaa).    

Dianter bini tercinta sampe jalan Juanda Depok, lalu saya meluncur menuju rumah Eko di Pekapuran. Kemudian kita menuju meeting point berikutnya di Rumah Makan Kalimantan, dekat dengan pintu tol Cimanggis.

Di sini kita berjumpa dengan pasangan suami istri penikmat djalan nandjak, Tante Ratna dan Om Heri. Hebatnya, mereka lebih memilih menikmati djalan nandjak daripada main turunan dengan sepeda fullsus. Alasannya karena lebih kerasa di badan. Hasilnya, berat badan Tante Ratna turun 14 kg dan Om Heri 6 kg sejak mulai menekuni tandjakan Oktober tahun yang lalu.
*prok prok prok*

Lanjut kita gowes menuju jalur offroad tanah merah. Meniti jembatan bambu, dan gowes di jembatan karet yang lebarnya hanya 30 cm.
Ternyata jalur tanah merah tersebut nembus ke pinggir tol. Single track di pinggir tol sangat mengasyikan. Setidaknya kita bisa menghindari asap dan hiruk pikuk kendaraan. Meliak-liuk di pinggir tol dan berakhir di sebelah toko Om Toni Kamurang.

Tante Ratna melalui jembatan karet yang licin

Sepatu cleat saya ga bener nih. Dari awal gowes tadi posisinya ga enak. Ternyata posisi cleatnya kurang miring. Alhasil sepanjang jalan menuju Indomaret Tajur gowesnya ga maksimal.
*ah le sun*

Sesampainya di Soto Kudus Kamurang, tampak dua orang rekannya Dosen Eko Cimanggis dengan sepeda Cannondale nya. Jadi keinget Kanondel saya dulu…
Singkat cerita, sampailah kita gowes santai di Indomaret Tajur. Sarapan dulu, lalu kita lanjut menuju Tandjakan Sherly Marlington.

Kontur jalan yang rolling serta pemandangan alam yang indah menemani perjalanan ini. Tak terasa tampak dari kejauhan jembatan dan tandjakan Sherly. Foto-foto dulu di jembatan, lalu kita siap melahap tandjakan!

Tandjakan Sherly Marlington ini dinamai oleh Mbah Rektor 1PDN dikarenakan tandjakan yang panjang, cukup curam dan terik matahari yang bikin panas otak :p
Tapi klo dilalui dengan sabar dan tidak putus asa, pasti bisa untuk melahap tandjakan ini dengan mudah.

Setelah sampai di pertigaan SD Pabuaran, kita istirahat sejenak sambil diliatin anak-anak SD yang lagi class meeting setelah menempuh ujian.
Tidak berapa lama, kita melanjutkan ke tahap berikutnya: Tandjakan Rese!

Dibutuhkan tiga kali percobaan untuk bisa lulus di tandjakan ini. Dua kali gagal karena rantai yang nyangkut ke spokes :( 
Sedangkan dosen Eko Cimanggis dengan santainya tiga kali bolak balik lulus di tandjakan ini.

Nah ini dia Tandjakan Rese yang bikin njengkang

Kanan kiri jalan tampak biji-biji kopi yang sedang dijemur, ternyata di daerah ini juga banyak tanaman kopi dan cengkeh. Padahal tanaman kopi identik tumbuh di datarah tinggi.

Tidak lama kemudian, sampailah kita di warung makan ayam kampung. Langsung kita menyikat ayam kampung goreng dan lalapannya yang segar.
Lumayan enak tapi harganya yang kurang bersahabat😀
xixixi…

Sebenarnya dari sini bisa lanjut lagi ke Batu Tapak, berhubung visa yang terbatas maka kita pulang via Cibadak.
Jalur menurun jalan semen rusak dengan kanan kiri pemandangan sawah yang baru ditanam dan tebing-tebing di daerah Citereup. Sebenarnya dari Cibadak bisa tembus ke pertigaan SD Pabuaran. Karena kesalahan teknis alias nyasar, kita malah nembusnya di aspal jauh sebelum SD kekeke…

This slideshow requires JavaScript.

Catatan: postingan ini harusnya di upload satu bulan yang lalu. Maklum klo ada yang ga update yak:D


Responses

  1. kalo mao nebeng gowes boleh om

  2. wah mb Ratna mah emang top… ngiri.com ..sama dia Om…. jalurnya bagus tp blm kesana….

    • Tante Ratna waktu itu sanggup melahap tanjakan legendaris 1PDN di terik matahari. Mantab! Ayo cobain kesana tant! Tembusin ke Batu Tapak lebih asoy:p

  3. salam nandjak omm…mantafff treknya.
    btw,dah merasakan tanjakan jintung di kebumen(jalur ke pantai menganti)di sana lebih CETAR GELEGAR OMM..

    • Wuih belum pernah ke Kebumen om. Coba review treknya om supaya tambah ngiler… hehehe…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: