Posted by: dhanichagi | February 10, 2012

NuRA + TW 5=Kelenger

Om Ery melahap turunan TW 5
Double Shot NuRA + TW 5 track memang bikin teler. Apalagi jika memakai RST :p
xixixi…
Mungkin itu tidak berlaku bagi Om Jali dan Om Adit Wardhana yang pake fork RST meluncur dengan derasnya.
Bahkan sepeda fulsus yang pake Fox pun dibalap di turunan!
*sujudndlosor*

Awalnya rencana gowes untuk napak tilas trek 1PDN Uphill Race di Sentul lalu ke Kampung Awan dan Pondok Pemburu. Tetapi rencana tersebut batal karena Om Abdu dan rombongan jamaah berhalangan. Last minute, saya gabung dengan temen-temen Rosela untuk ikutan Double Shot NuRA+TW 5.

1st Stage NuRA
Sabtu pukul 6 pagi kita start dari Komplek PU dan sampai di Gadog sekitar satu jam kemudian. Masukin sepeda ke angkot, sementara Om Jali gowes #nandjak Gadog-Mang Ade.
_hebatnya, Om Jali berhasil finish dengan catatan waktu 1 jam 20 menit. Sedangkan manusia normal paling cepat 2 jam untuk menempuh Gadog-RA_

Di Mang Ade ngeliat mobilnya Om Devin. Ternyata ada Om Devin, Om Marta, Om Ocat, Om Kyaioke, dan om-om dari IBA sedang persiapan Enduro Race di Puncak.

Sarapan nasgor dulu dan tidak lupa untuk membeli oleh-oleh cover bag 1PDN :p
Pukul 9 kita berangkat ke NuRA. Tiket masuk 10ribu rupiah dan disambut tandjakan landai onroad.

Lumayan tandjakan lucu buat pemanasan sebelum memasuki medan offroad.
Diujung tandjakan kita mulai berdoa dan mendengarkan briefing dipimpin oleh Om John, sang korwil Rosela.
Oia personil nandjak turunan kali ini ialah Om John selaku road captain, Om Jali, Om Adit, Om Dzamal, Om Akhmad, Om Novem, Om Yudo, Om Koko, Om Ery, Om GeZA,  dan Om Sabat sang bintang kita dalam perjalanan kali ini.

Kirain trek NuRA ini full turunan, ternyata baru sekitar 10 menit gowes, sudah disuguhi tandjakan. Nuntun pula:p
xixixi…

Tandjakannya curam, dan sudah dibentuk pijakan untuk kaki supaya gampang nuntunnya.
hehehe…Tuntun Bike

Ambil nafas dulu, lalu kita melanjutkan perjalanan dari NuRA menuju Gunung Mas.
Yup! Sepanjang jalan turunan semua. Sadel telah diturunkan dan saatnya menyiksa frame chromoly dan fork Reba!
Uhuy!
Tidak diragukan lagi, frame chromoly memang lentur. Dipadukan dengan Rockshox Reba bikin turunan makadam serasa aspal mulus
_lebay_

Lagi asyiknya melahap turunan single track, tiba-tiba Om Jali ngerem. Ternyata ada drop off sekitar 30 cm. Karena ga ada nyali, saya pun nuntun. xixixi…
Om Adit dengan RST Capa nya berhasil lompat dan landing dengan selamat. Om Sabat dengan Manitou Sherman double crown berhasil juga walau dengan pendaratan yang kurang mulus.Adit @ drop off NuRA

Single track dilanjutkan dengan jalan yang mulai melebar dan semakin asyik buat ngebut. Larsen TT 1.9 enak klo treknya ga berlumpur, sedangkan jika masuk ke lumpur harus siap-siap controlling yang extra.

Pukul 10.45 kita sampai juga di perkebunan teh Gunung Mas dimana angkot kita siap kembali mengangkut menuju TW 5.
Om Jali lagi tengil di turunan TW 5

2nd Stage TW 5
Nah ternyata dari Gunung Mas, kita ngangkot lumayan jauh untuk menuju titik start TW 5. Setelah mengeluarkan sepeda dari angkot, kita bersiap untuk melahap trek yang lebih ekstrim turunannya.
Sempat jumpa beberapa teman Om John yang semuanya pake helm fullface dan pake google!
*niat amat yak*

Dari atas TW 5, kita bisa melihat para mountain biker meliuk-liuk diturunan hingga menghilang dibalik rimbunnya pepohonan. Pada full speed semua, kita pun yang rata-rata menggunakan sepeda XC hanya bisa meluncur pelan-pelan disertai beberapa kali nuntun🙂

Trek TW 5 ini lebih ke AM, mungkin temen-temen yang tadi pake helm fullface dan pake sepeda dengan rear shock >4 inch akan menikmati tiap lekukan, drop off, berm, dan jumpingannya.
kekeke… 

Klimaks dari acara gowes turunan hari ini ialah Om Sabat yang jadi Man Of The Ride karena mules-mules akibat makan lontong dan sambel kacang. Dengan saksi bisu perkebunan teh dan ulat teh yang ga jadi teriak: “pucuk pucuk pucuk” sambil pake masker…

Keluar dari trek offroad, kita makan siang di Warung Nasi ibu Ijah. Tempatnya bersih (sebelum kita datang dengan sepatu yang penuh tanah), makanannya enak, dan luas, oia serta ada tempat salatnya.

Sudah makan siang dan salat, kita lanjut gowes aspal lagi yang ternyata nembus di Cilember. Keluar di Jalan Raya Puncak, belok kanan menuju Mega Mendung dan XC di Cikatapis-Gadog.
Sewaktu di Cikatapis, kita mampir di Rest Area MTB Cikatapis. Tempat nongkrong dan disertai trek DJ. Sayang areanya sudah sangat dekat dengan Gadog.

Well kesimpulannya turunan TW 5 memang mantab dan panjang. Tapi saya lebih suka turunan NuRA karena lebih rimbun dan suasana masih didalam hutan Puncak.

NuRA+TW 5 merupakan trek yang rekomen banget untuk gowes di saat cuaca hujan. Memang tanah sekitaran Puncak ga bikin donat dan segala trek yang ada di Puncak wajib dinikmati dikala hujan.

This slideshow requires JavaScript.


Responses

  1. ihihih foto2nya mirip… sori ya om DC dicomot duluan beberapa

  2. Baru baca… ulang nyoook, tes frame baru.😀

    • Yuk. Tes di trek makadam😀 *makin ngacir dah pake Rockshox:p*

  3. om dhani…. gajah baru akan mencicipi nura and TW5 sabtu ini tanggal 5Januari2013 hehehehe thx bwt ulasannya yaaa

    • Whoaaa ttd ya tant!
      Denger2 NuRA udah ga begitu mulus treknya setelah digempur hujan🙂


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: