Posted by: dhanichagi | December 20, 2011

Ditaklukan oleh Anaconda

Judul yang luar biasašŸ˜€
kekeke…

Sebenarnya ini trip nandjak awal Desember ini, tetapi tulisan terhenti oleh kesibukan akhir tahun anggaran…

Hari Sabtu yang mendung mengawali kayuhan kita berdelapan. Om Abdoe, Om Iyunk, Bro Rahmi, Ki Oni, Om nOta, Pakde Handrias, Om HPW, dan saya sendiri mulai menapaki jalan aspal Sentul City yang menandjak lucu.
Berdoa bersama dipimpin oleh Om HPW, dan briefing oleh Ki Oni. Perjalanan mulai dari Sentul-Karang Tengah-Cibadal-Anaconda-Hambalang-Sentul.
Setelah masuk desa Babakan Madang, menuju perempatan Gunung Pancar, Om HPW berpisah dengan rombongan menuju Gunung Pancar karena badan yang kurang fit setelah kena cacar.
Keputusan yang tepat mengingat di akhir perjalanan ini kita menemui kado spesialšŸ˜€
kekeke…

Baru pertama kali lewat Desa Karang Tengah, ternyata tandjakannya sangat lucu!
Bro Rahmi, Ki Oni, dan Om Iyunk melesat di depan. Tanjakan yang curam lalu turunan yang panjang dan tajam, melewati jembatan darurat lalu diakhiri dengan tandjakan yang aduhai…

Mobil-mobil ga berani ambil pelan di awal tandjakan, mereka ambil ancang-ancang lalu gas pol dan ngeden hingga akhir tanjakan…

Pit stop pertama di warung sebelum jembatan darurat. Langung beli Pocari dan tenggak sampe habisss…

Lanjut lagi gowes santai melahap tandjakan-tandjakan diselingi sorak sorai bocah-bocah sepanjang jalan: Hello misteeeeeerrr!
Ternyata benar, ada seorang mister dipandu penduduk setempat lagi foto-foto pemandangan. Juga ada mister yang lagi lari-lari cross running dengan dua botol b-don dipinggangnya.
Apaaaa?
Mister lari-lari di tandjakan ini?
*pingsan*

Tampak dari kejauhan pemandangan tandjakan yang akan dan telah kita lalui.
Pemandangan Gunung Pancar yang sejuk dari arah kami berada serta elang yang terbang tinggi diatas Gunung Pancar.

Sesampainya di Cibadak, kita langsung regroup di warung dan kembali menenggak dua botol Pocari.
Di Cibadak ini kita istirahat lumayan lama. Waktu menunjukan pukul 10.30. Wah lumayan dua setengah jam kita gowes dari Sentul.

Rencananya mau lewat jalur offroad di Cibadak sampai Jembatan Sherly Malinton tapi batal karena banyak yang mau kondangan :p
xixixi…

Turunan Cibadak dan Sherly Malinton kita lalui, tidak lupa foto-foto dulu di jembatan. Di warung terakhir pun kita kembali narsis foto-foto.
‘Kurang’ info alias ga ngeh klo itu warung terakhir, dan Ā kebetulan b-don masih ada setengahnya jadi ga perlu refill lagi, membuat saya PD lanjut gowes terus.
*suatuĀ keputusan yang patut disesali…*
krik krik krik…

Sekitar 200 meter kemudian kita masuk ke jalur Anaconda.
Dimana tidak ada pohon rindang sebagai peneduh, dan warung sebagai pengisi perut dan dahaga.
Beruntung siang itu cuaca sedikit mendung, jadi cuaca ga terlalu panas dan dapat melalui tandjakan-tandjakan panjang dengan ‘mudah’ nuntunnya :p
wkwkwk…

Sesuai namanya, jalur Anaconda ini ibarat ular terbesar didunia. Melingkar naik turun mengelilingi bukit sekitarnya dan nembus ke Hambalang. Dari kejauhan Citereup hingga Sentul dapat terlihat punggung-punggung jalur Anaconda
Sangat Super!

Orgasme nandjak terpenuhi dengan klimaks di jalur Anaconda.
_Whew kok porno ya_

Sungai yang membelah jalan mengingatkan dengan jalur Cioray. Kapan-kapan kesana lagi ah…

Tiba-tiba hujan turun. Awalnya hanya rintik-rintik tapi berubah menjadi deras dan petir menyambar. Wahduh langsung kita segera gowes lagi, mengingat ga ada pohon gede di sekitar kita. Takut jadi target petiršŸ˜¦

Hujan sangat deras menyebabkan jalur tandjakan tanah yang tadinya lucu jadi makin gemesin…
Saking gemesinnya, sampe ban jadi donat dan sepeda bukan hanya tidak bisa digowes, tetapi ga bisa dituntun dan harus diangkatšŸ˜¦

Berjuang bersusah payah mencapai finish yang entah dimana.
Sekitar satu jam berjibaku dengan lumpur dan akhirnya sampai juga di warung terdekat…

Lapaaar… Langsung temen-temen memesan indomik goreng dan indomik rebus.
Lucunya pas pesanan datang, indomik gorengnya pake kuahšŸ˜€
wkwkwk…

Jasa mencuci sepeda:p

Selesai makan dan salat, lanjut menelusuri jalanan turunan demi turunan kita lalui hingga proyek korupsi Nazaruddin dan nembus ke bekas Cafe Hambalang.
Meluncur terus hingga nembus ke Terminal Babakan Madang kemudian finish di Sentul City.

Perjalanan kali ini setara nikmatnya dengan ke Batu Tapak!
Ambooooy!šŸ˜€

This slideshow requires JavaScript.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: